Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2015

Sejarah Bestala




Bestala sebuah desa indah di daerah Bali Utara tepatnya di Kecamatan Seririt. Desa Asri dengan pemandangan yang masih alami dan hijau. Selain alamnya yang masih Asri, Bestala juga masih memegang teguh adat dan Budaya Bali dalam konsep ajaran Agama Hindu. Tri Hita Karana adalah salah satu ajaran yang tetap dipegang teguh oleh penduduk warga desa ini. Parahyangan atau menjaga hubungan baik dengan Tuhan atau Sang Hyang Widhi Wasa. Pawongan atau menjaga hubungan baik dengan sesame mahluk ciptaan Tuhan. Palemahan adalah menjaga hubungan baik dengan alam. Tak salah jika rahmat dari Tuhan berupa ketentraman dan keajegan desa serta hasil bumi berupa buah-buahan masih berlimpah di Desa kecil ini.
Suasana hijau di kelilingi sawah, perkebunan buah-buahan, palawija dan gemericik mata air alami di tengah-tengah desa, menjadi pemandangan langka buat para wisatawan yang datang berkunjung. Ditambah dengan kemegahan pura khayangan tiga yang tertata rapi di pinggir sungai Mendaum yang jernih.
Namun tak terlepas dari indah dan asrinya desa ini tentu ada sejarah yang tak bisa dilupakan. Ini tulisan di buat untuk dokumentasi dan bahan pengetahuan untuk anak-cucu khususnya yang berasal desa Bestala. Terlepas benar atau tidak cerita ini, hal ini akan menjadi awal mereka mengenal dari mana asal-usul tempat mereka ini. sehingga tertanam rasa memiliki dan mencintai daerah tempat tinggalnya hingga nanti.
Setelah melakukan wawancara dengan salah satu penua dari Desa Bestala, akhirnya diketahui jika orang bestala khususnya warga Pasek adalah keturunan dari Klungkung.
Konon ada 9 warga klungkung salah satunya adalah arya Damar yang diutus oleh raja klungkung untuk mengantar 8 warga klungkung untuk mencari tempat untuk kehidupan. Sampailah mereka di Naga Loka, mereka semua tersesat, karena itu mereka membuat kesepakatan yaitu setuju akan membuat pelinggih pura sebanyak jumlah mereka sekarang. Kemudian Arya Damar beserta delapan warga pasek itu memohon kepada Dewa dan munculah Dewa dan bersabda “ Berjalanlah ke arah Selatan Timur sampai melihat cahaya yang terang” . maka berangkatlah Sembilan warga Pasek itu sesuai dengan petunjuk dewata. Sampailah mereka di sebuah tempat yang terang yang penuh cahaya dan mereka bertemu dengan Sri Mpu Sangging penguasa daerah tersebut. Maka diberinamalah tempat itu Nabastala. Kata Nabastala pun diketahui artinya dari kata Nabas= galang, Tala= tempat atau daerah. Selanjutnya sejalan dengan waktu tempat itu bernama Bestala.
Sembilan warga itu berembung untuk membangun desa. Diambilah daerah dihulu desa dan pura Dalem. Kemudian Dewata meanugerahkan keris sebagai dasar pembuatan Pura dan air suci yaitu Tirta dewa Yadnya ( mengening), Manusa Yadhya ( Biji) and Pitra Yadnya ( Demong). Mata Air ini sampai saat ini masih mengalir dan digunakan oleh warga desa Bestala khususnya untuk kehibupan sehari-hari, pertanian dan perkebunan, bahkan warga desa tetangga pun ikut menikmatinya. 


Suatu hari salah satu dari mereka meninggal dan mereka merasa aneh membawa jenasah kea rah hulu. Maka Setra pun pindah ke hilir desa. Mereka pun membangun Pura Dalem di sana di dekat aliran sungai Mendaum. Karena tidak boleh memiliki Pura Dalem lebih dari satu maka Pura yang ada di Hulu di pindah ke Hilir. Setiap ada Pujawali dilakukan uapacara pemendakan.  (To Be continued)

Selasa, 04 Oktober 2011

Asih is Lovely






My name is Luh Putu Ariasih. Actually, my name has a long history. When I was born I was given the name “Putu” which means the first grandchild. Both parents and grandparents I like that name. I was the first child and first grandchild for them. As a tradition every newborn baby, large families would hold a “Penyambutan” ceremony held After 42 day’s old baby. In the ceremony of the inauguration ceremony held of the name. My parents wanted me to have name that fit her. So my grandmother went to the smart people who we trust to ask who I was. Smart people said I was coming from the Aryan descent who is still our ancestors as well. So the smart people that I was given the name Luh Ariasih. The suffix-hell that comes from the word Mercy means compassion; this might be my grandmother's prayer from me to be a loving child to anyone. Luh in Balinese language means that the first daughter. After discussion with my parents, my name becomes Luh Putu Ariasih which means first granddaughter full of affection.
I am very grateful to both parents and my grandparents on behalf of which was given to me. According to my knowledge my name means love, affection of my parents, grandparents and my family. In addition, this also caused by the customs and traditions of Bali. Bali is every person has a first name like; Luh, Putu, Made, Nyoman, Ketut and so on it.  Now, even I have to bear the name. For me this is the name that always shows who I really am. That's what I'm proud to give depth to be myself with my own name, and the mandate of my beloved family. Sometimes it was heavy, because wherever I go, my name has been showed my identity.
When talking about compassion, maybe the name I have yet to prove who I am. I really liked my name but I have not been able to prove or make prayer my grandmother to be a grandson and a loving child. But I would not base with that name I will continue to struggle to learn to be a loving child to be proud of the family. I certainly will not give up before trying, let alone replace my name with a name that is not from my parents. For me, the name is a mandate that ought to be accounted for. Do not even get people who mandated that disappointed or sad. For that, from elementary school I am learning to dance, Balinese language, learn to make “Banten” or offerings, people familiar with the customs and toxicity Bali, in particular Balinese girl is sweet and gentle. Not because I have a desire to schools outside of Bali. But because I am love my own culture. Traditions and habits that are difficult I found in Jakarta today. It is not easy the first time to learn. I never despair, while dance I learned so difficult and tiring. But I enjoy the uniqueness of that moment.